Tak terasa tiga minggu sudah berlalu. Kami delegasi pendidikan dari Surabaya ke Melville harus pulang kembali ke tanah air besok, 27 September 2008.
Banyak hal yang kami peroleh selama berada di Perth, khususnya Melville Senior High School karena hari-hari kami lebih banyak dhabiskan di salah satu public school di Perth ini.
Minggu pertama, saya masih perlu beradaptasi dengan lingkungan baru disini. Hal yang paling terasa tentu saja perbedaan suhu. Walaupun September masuk musim semi tapi bagi saya, orang Indonesia asli, suhu di musim semi tidak sehangat suhu di Indonesia. Sekalipun pada musim hujan.
Homestay saya sangat baik. Walaupun sering kali saya tidak mengerti apa yang mereka katakan, tapi mereka selalu berusaha membuat saya nyaman tinggal bersama mereka. Untungnya Brian, homefather saya, sedang belajar Bahasa Indonesia di Murdoch University. Jadi, sedikit banyak saya terbantu dengan keadaan ini.
Hari ini hari terakhir saya di Melville Senior High School, Sekolah yang telah memberikan saya banyak sekali pengalaman baru. Perlu diketahui pula bahwa hari ini bukan saja hari terakhir bagi kami delegasi pendidikan dari Surabaya, tapi juga hari terakhir bagi siswa-siswi Melville. Dua minggu ke depan mereka akan menjalani liburan. Istilah “term break” bagi mereka adalah waktu jeda untuk memulai “term” berikutnya.
Jam pertama dan kedua saya lalui di kelas “food production”. Ms. Murray sangat baik dan ramah. Ketika Bu Bina, koordinator kami disini, bertanya pelajaran apa yang paling menyenangkan bagi saya, tanpa perlu waktu lama saya jawab ”food production, Bu”.
Jam pelajaran ketiga ( session 3 ) saya masuk kelas Italia. Ms. Antonella adalah guru yang cantik dan menyenangkan. Tapi ada satu hal yang membuat kami heran, Ms. Antonella selalu mengenakan baju warna gelap ( baca : hitam ). Entah apa alasannya, tapi hal yang berbeda itu justru membuat saya dengan mudah mengingatnya ketika pertama masuk di MSHS.
Dan pada jam pelajaran keempat, saya masuk di kelas Bhs. Inggris. Hari ini kami mempelajari tentang “satire“. Guru kami menjelaskan bahwa satire adalah salah satu jenis acara televisi di Australia tentang sindiran halus yang dirangkai dalam bentuk komedi.
Hari terakhir di MSHS saya lalui dengan baik. Ada satu sisi dalam hati dan pikiran saya yang berwarna kelabu ketika mengingat bahwa besok adalah hari terakhir saya di Perth, Western Australia.
Tapi, saya sadar dimana ada pertemuan pasti ada perpisahan. Jadi, perasaan sedih yang ada berusaha saya jadikan motivasi untuk berusaha untuk lebih baik, dan mungkin kembali lagi ke negara ini ( baca:harapan).
Banyak hal baru dan baik yang saya dapatkan selama mengikuti program ini. Saya berharap apa yang baik yang saya dapatkan disini tidak hanya berguna bagi kami tapi juga bagi orang-orang di sekitar kami. Dan hal yang “kurang baik” cukup hanya kami yang tahu.
Terima kasih banyak kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam menjalankan program pertukaran ini. Mulai doa & dukungan dari keluarga, teman-teman, AEC, pemerintah kota Surabaya, dinas pendidikan dan pihak lain yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu. Semoga kami dapat melaksanakan dengan baik amanat dan kepercayaan dari kalian semua.
Good Bye Melville, See You Perth, & welcome Surabaya.
Tags: hari terakhir, melville, ni luh